Tuesday, January 29, 2008

File - Are you an Indonesian

Formulir data anggota

Are you an Indonesian

*********************************************************************
If you are not an Indonesian, send a blank email to

APICS-ID-unsubscribe@yahoogroups.com

Otherwise, you will be banned you permanently. WE SPEAK INDONESIAN.

*********************************************************************

Apakah Anda orang Indonesia? Jika betul, mohon Anda mengisi data dibawah ini,
MENGGANTI SUBJECT DENGAN "NAMA ANDA," (Contoh: Joko Lanang) dan
mengirimkannya (FORWARD) ke :

members-apics-id@yahoogroups.com

Mohon JANGAN mengirim dengan memencet tombol "reply" karena akan terkirim ke
owner@yahoogroups.com. Mohon juga jangan
dikirim sebagai attachment karena attachment langsung di hapus oleh Yahoo
groups.

Mengisi data anggota SANGAT dianjurkan tapi bukan merupakan kewajiban jika Anda memforward email "Belajar bisnis dan manajemen operasi yuk" ke orang Indonesia lainnya.

Kami katakan SANGAT dianjurkan untuk mengisi data anggota karena bermanfaat
untuk merencanakan kegiatan anggota, mencari sponsor kegiatan, dan mencari pembicara serta trainer (Anda akan mendapat uang lelah walaupun jumlahnya
tidak besar karena IPOMS adalah organisasi non-profit dan di danai oleh para anggota).

Jika moderator (1) kesulitan mengidentifikasi apakah Anda orang Indonesia atau bukan dari alamat email Anda (terutama jika Anda memakai account gratis dari Yahoo, dll) atau (2) karena Anda tidak segera mengisi daftar anggota atau (3) Anda tidak bersedia memforward email "Belajar bisnis dan manajemen operasi yuk" ke orang Indonesia lainnya, maka email Anda akan segera kami hapus dari daftar pending member

-- POTONG DISINI SEBELUM MENGIRIMKAN FORM INI KE members-apics-id@yahoogroups.com --

NamaLengkap:

KotaRumah:

NamaOrganisasiAtauKantor:

KlasifikasiIndustriOrganisasiAtauKantor:

KotaOrganisasiAtauKantor:

ProvinsiOrganisasiAtauKantor:

NegaraOrganisasiAtauKantor:

PosisiAtauPekerjaanDiOrganisasiAtauKantor:

EMail:

WebSite:

RiwayatPendidikan:

Sertifikasi:

DariManaMendengarMilisIni:

HarapanTerhadapMilisIni:

----- Form Data Anggota - POTONG DISINI SEBELUM MENGIRIMKAN FORM INI -------


******************************************************************************
Jika Anda memakai alamat email kantor dan email dari Yahoo Group di blok,
silahkan membuat email baru di www.yahoo.com yang memiliki kapasitas gratis 1
GB.

Jangan pakai email gratis dari

www.hotmail.com, www.gawab.com,

www.gmail.com,

www.hotpop.com, www.softhome.com, www.walla.com dll karena
sering ada masalah dengan Yahoo! Groups.

**************************************************************************


Terima kasih atas keinginan Anda untuk bergabung dengan milis APICS-ID@.

Saat ini Anda adalah pending member karena belum mengisi data anggota. Data
anggota diperlukan antara lain untuk merencanakan kegiatan yang sesuai dengan
minat dan pekerjaan anggota serta memastikan apakah Anda orang Indonesia
karena mailing list ini HANYA untuk orang Indonesia.

Bila informasi data anggota telah kami terima maka kami akan sesegera mungkin
mengaktifkan keanggotaan Anda. Jika dalam waktu 1 x 24 jam setelah Anda
mengirimkan data ini, Anda belum juga dimasukkan ke dalam APICS-ID@, mohon
moderator diingatkan kembali. Setelah keanggotaan Anda kami setujui dan Anda
merasa email dari APICS-ID@ terlalu banyak, silahkan kirim email ke

APICS-ID-digest@yahoogroups.com

Dengan demikian, Anda akan menerima email 1 buah per hari berisi kumpulan email.

Terima kasih atas perhatian Anda.

____________________
Hormat kami,

Moderator Milis APICS-ID@:

APICS

www.apics.org

Old Name: The American Production and Inventory Control Society

New Name: The Association of Operations Management — Advancing Productivity,
Innovation, and Competitive Success.

APICS offers four internationally recognized professional certification
programs:

1. CPIM: Certified in Production and Inventory Management

2. CFPIM: Certified Fellow in Production and Inventory Management = CPIM +
extensive knowledge sharing with others through presenting, teaching,
publishing, and other APICS educational activities.

3. CIRM: Certified in Integrated Resource Management

4. Beginning 2006: Certified Supply Chain Professional (CSCP) designation is
designed for professionals interested in increasing their
knowledge of supply chain management, those currently working in the field
of supply chain management, and for those individuals working with
enterprise resources planning (ERP) systems.


Di Amerika, APICS adalah lembaga pendidikan non-profit untuk para profesional
(orang yang bekerja di perusahaan) dengan fokus pada resource management
khususnya production/operations management.

Kegiatannya banyak:

- ujian CPIM/CIRM
- kursus persiapan CPIM/CIRM
- kursus non CPIM/CIRM, misalnya Enterprise Resource Planning (ERP), Inventory

Management, lean manufacturing/Just-in-Time/JIT/pull
Production system, six-sigma quality improvement progam, team-building,
project management, warehousing, material handling, advanced supply chain
management, dlsb

- dinner meeting (ada pembicaranya, bisa dari kalangan
akademik/industri)

- plant tour (berkunjung ke pabrik dan perusahaan)

- riset

- pemberian dana untuk mahasiswa

- conference and exhibition yang tiap tahunnya dihadiri ribuan orang dari seluruh penjuru dunia.

- industrial problem solving (memecahkan masalah di industri/perusahaan)

- pembuatan majalah untuk para profesional (namanya: APICS Performance
Advantage)

- penerbitan jurnal ilmiah untuk kalangan akademik (namanya: Journal of Operations Management)

- penerbitan jurnal yang sebagian isinya adalah studi kasus di perusahaan (namanya: Production and Inventory Management Journal)

- lomba mengarang untuk mahasiswa dengan topik bidang production and inventory management.

- penelitian tentang software ERP, Material Requirement Planning (MRP), Supply
Chain, Forecasting, Warehousing, Simulation, Manufacturing Execution Systems
(MES), Advanced Planning and Scheduling (APS), dll.

- dlsb.

APICS Associate ("cabang APICS") saat ini telah berkembang keberbagai tempat
di dunia.

APICS-ID@ merupakan sarana diskusi anggota Indonesian Production and
Operations Management Society (IPOMS) yang berkaitan dengan POM atau APICS
Body of Knowledge (BOK) misalnya Just-in-Time/Lean Manufacturing, Enterprise
Resource Planning (ERP), Material Requirement Planning (MRP), Quality
Management, Supply Chain, Forecasting, Warehousing, Simulation, Manufacturing Execution Systems (MES), Advanced Planning and Scheduling (APS), Theory of
Constraints (TOC), Project Management, Operations Strategy, dlsb.

Diskusi organisasi IPOMS dan administrasi ujian SIX SIGMA quality management
di Indonesia dilakukan di indo-pom@yahoogroups.com. Untuk berlangganan,
silahkan kirim email ke

indo-pom-subscribe@yahoogroups.com.


Dewan Penasihat IPOMS:

Ketua:

Dr. Ir. Antarikso Abdulrahman, MBA, CPIM.
Direktur Eksekutif, PT Pendidikan Eksekutif Puncak
Mantan Direktur, ITB School of Business and Management, Kampus Jakarta.
Mantan Direktur Program Magister Manajemen/MBA, Institut Pengembangan Manajemen
Indonesia (IPMI), Jakarta.


Anggota Dewan Penasehat (sesuai abjad)

1. Ir. Asep Saefulbachri, MM, MBA.
Direktur Utama, Forum Eksekutif Indonesia (FEI).
Staf pengajar tetap, Jurusan Teknik dan Manajemen Industri, Universitas
Pasundan, Bandung.

2. Dr. Ing. Gunadi Sindhuwinata
Presiden Direktur, IndoMobil.
Wakil Ketua, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Mantan Ketua, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Mantan Sekretaris Jendral, ASEAN Automotive Federation.


3. Ir. Herman Z. Latif
Komisaris, Krama Yudha Holding Company.
Mantan Ketua Umum, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Mantan Ketua, ASEAN Automotive Federation.

5. Prof. Dr.Ir. Jann Hidayat, MSIE, MT.
Program Magister Manajemen ITB.


IPOMS TIDAK memungut biaya jika sekedar ingin mengikuti milis ini. Tapi jika
ingin mendapat diskon di kegiatan IPOMS (seminar, diskusi bersama, workshop,
ujian six sigma, dll), akses "knowledge resources" di web IPOMS, belajar
ERP on-line di web IPOMS, dll silahkan membayar iuran Rp. 150 ribu pertahun.

IPOMS TIDAK mungkin berkembang tanpa dukungan anggota. IPOMS digerakkan oleh
pengurus dan sukarelawan yang berkorban cukup besar.

Cara pembayaran iuran IPOMS melalui transfer ke rekening IPOMS sbb :

Bank BCA KCP. Aneka Subur Jatake Ac/No. 7620171900 a/n : Linasani Hadi
(Bendahara IPOMS)

Setelah membayar scan dan kirim bukti pembayaran ke alamat email

Ibu Linasani Hadi (sanihadi@yahoo.com) dan cc ke : Pak Syarwani (syarwani@yahoo.com)

atau ke no. fax. (022) 6014732

Jika tidak memiliki scanner/fax cukup memberikan informasi berikut lewat email:
Nama pemegang rekening, Bank/Cabang, nomer rekening, tanggal transaksi.

Terima kasih.

File - Production and Operations Management Newsletter No. 1

Berita dan artikel manajemen produksi/operasi

Isi IPOMS Newsletter - Edisi Perdana, Vol. 1. No. 1, 2005

Rekan-rekan,

Mohon kirimkan email ini ke rekan dan milis lain. Terima kasih.

Dengan dukungan dari Dewan Redaksi organisasi nir laba Indonesian Production
and Operations Management Society (IPOMS) serta para penyumbang nasakah
tulisan akhirnya kami dapat menerbitkan IPOMS Newsletter - Edisi
Perdana, Vol. 1. No. 1, 2005. Kami terus membuat newsletter hingga detik ini.

Karena ukuran newsletter ini 1.5 MB serta menghargai teman-teman yang
memiliki sambungan Internet lambat ataupun mailbox nya terbatas, maka kami
memberikan 2 cara untuk mendapatkan newsletter:

1. Download dari halaman muka website

Indonesian Production and Operations Management Society (IPOMS).

http://www.ipoms.or.id

2. Silahkan kirim email ke IPOMSnewsletter1-subscribe@yahoogroups.com

Kurang dari 2 jam setelah mengirim email ke
IPOMSnewsletter1-subscribe@yahoogroups.com teman-teman akan mendapat email
untuk konfirmasi. Teman-teman harus menjawab email itu. Setelah itu,
newsletter akan langsung dikirim otomatis ke email teman-teman semua. Milis
IPOMSnewsletter1@ hanya digunakan untuk pengiriman newsletter.

Mohon maaf. Kami tidak bisa melayani permintaan untuk dikirimi newsletter
dengan cara lainnya termasuk mengemail newsletter manual satu per satu.

Diskusi umum bidang manajemen produksi/operasi masih tetap di APICS-ID@.
Jika belum berlangganan, silahkan kirim email ke

APICS-ID-subscribe@yahoogroups.com

Tulisan-tulisan ringkas yang ada di edisi perdana ini adalah:

1. Tiga langkah proses pengendalian anak perusahaan
Ir. Fauzi Arif, MM, Pricing dan Cost Analysis PT. Güntner Indonesia,
Surabaya

2. Rekayasa keandalan produk
Sachbudi Abbas Ras, ST, MT, Teknik Industri, Universitas INDONUSA Esa
Unggul; Jakarta

3. Menerapkan Konsep Lean dan Six Sigma di Sektor Publik
D. Manggala, ST, MBA, Quality/Master Black Belt, PT. GE Finance Indonesia,
Jakarta

4. Pengurangan Cycle Time dan Inventory Cost untuk Mencapai Competitive
Advantage
Holy Icun Yunarto, ST, MM, Supply Chain Management Consultant

5. And the Winner is., Dr. Ade Febransyah, Prasetya Mulya Graduate School
of Management, Jakarta.

6. Sertifikasi Six Sigma di Indonesia
Jerry Wirasmono Widjojo BS, MBA, MPM, Manager, PQM Consultants, Jakarta

7.Antara mutu dan harga: Manakah yang perlu didahulukan?
Andi Ferdinand, Engineer (Quality Assrurance Department), Thomson, Batam

8. Pendidikan Production/Operations Management di Indonesia
Dr. Antarikso Abdulrachman, CPIM, Ketua Dewan Penasehat IPOMS

9. Perspektif Baru Pengajaran Operations Management,
Dr. Nyoman Pujawan, Teknik Industri ITS

10. Beberapa doktor baru asal Indonesia bidang Operations Management /
Industrial Engineering

11. International Conference on Operations and Supply Chain Management
(OSCM), Bali, 15 - 17 Desember 2005.

Newsletter ini rencananya akan diterbitkan setiap 4 bulan. Isi dari
tulisan-tulisan yang dimuat merupakan tanggung jawab dari penulisnya
masing-masing dan tidak merupakan kebijakan IPOMS. Pertanyaan bisa diajukan
ke penulis atau ke redaksi-ipoms@yahoogroups.com (email
redaksi@ipoms.or.id tidak akan dipakai lagi)

Kami nantikan sumbangan tulisan rekan-rekan semua untuk newsletter
berikutnya berukuran 1 - 3 halaman. Topik bebas. Artikel harap disertai
identitas diri
yang lengkap berikut gelar akademik dan sertifikasi profesional, pekerjaan,
nama perusahaan, dan foto.Ukuran file maksimum 300 KB. Silahkan mengirmkan
artikel ke redaksi-ipoms@yahoogroups.com.

File - Preparing.OSHA.Inspection.pdf

File : Preparing.OSHA.Inspection.pdf
Description : OSHA: Occupational Safety and Health Administration - sent on joining group

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/

File - BSC_Balanced Score Card.pdf

File : BSC_Balanced Score Card.pdf
Description : 22 slides - sent on pending membership

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/

File - Six Sigma for Service_American Express.pdf

File : Six Sigma for Service_American Express.pdf
Description : Six Sigma for service - American Express case studies from Wawan waone28@yahoo.com - sent on pending membership

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/

File - Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA).pdf

File : Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA).pdf
Description : 30 slides - sent on pending membership

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/

File - Implementasi Lean Six Sigma pada Industri Jasa

To APICS-ID pending member

Contoh email di APICS-ID@

Implementasi Lean Six Sigma pada Industri Jasa

Oleh: Prof. Dr. Vincent Gaspersz, CFPIM, Six Sigma Blackbelt
Anggota APICS-ID@.

Adakah teman yang ingin belajar manajemen produksi/operasi/quality/supply chain?

Kirimkan email ke

APICS-ID-subscribe@yahoogroups.com

Indonesian Production and Operations Management Society (IPOMS).
http://www.ipoms.or.id/mambo

Adalah sangat keliru apabila masih ada orang yang menganggap bahwa
Lean Six Sigma semata-mata ditujukan untuk produk industri, sehingga
industri jasa (service) belum menemukan format penerapan Lean Six
Sigma! Orientasi dari Lean Six Sigma bukan pada produk (barang
dan/atau jasa), tetapi Lean Six Sigma berorientasi pada perbaikan
manajemen sistem.

Banyak usaha telah dirumuskan para pakar manajemen kualitas untuk
mendefinisikan kualitas jasa atau pelayanan, agar supaya dapat
didesain, dikendalikan, dan dikelola sebagaimana halnya dengan
kualitas barang. Secara konseptual Lean Six Sigma dapat diterapkan
baik pada barang maupun jasa, karena yang ditekankan dalam penerapan
Lean Six Sigma adalah perbaikan sistem kualitas melalui
menghilangkan setiap pemborosan (waste) yang ada dalam proses agar
meningkatkan nilai tambah dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Dengan demikian yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem
kualitas dalam proses peningkatan pelayanan adalah pada pengembangan
sistem kualitas yang terdiri dari: perencanaan sistem kualitas,
pengendalian sistem kualitas, dan peningkatan sistem kualitas.

Beberapa dimensi atau atribut yang perlu diperhatikan dalam
peningkatan kualitas jasa, adalah:

„« Ketepatan waktu pelayanan. Hal-hal yang perlu diperhatikan
di sini adalah berkaitan dengan waktu tunggu dan waktu proses.
„« Akurasi pelayanan, yang berkaitan dengan reliabilitas
pelayanan dan bebas kesalahan-kesalahan.
„« Kesopanan dan keramahan dalam memberikan pelayanan,
terutama bagi mereka yang berinteraksi langsung dengan pelanggan
eksternal, seperti: operator telepon, petugas keamanan (SATPAM),
pengemudi, staf administrasi, kasir, petugas penerima tamu, perawat,
dll. Citra pelayanan dari industri jasa sangat ditentukan oleh orang-
orang dari perusahaan yang berada pada garis depan dalam melayani
langsung pelanggan eksternal.
„« Tanggung jawab, berkaitan dengan penerimaan pesanan dan
penanganan keluhan dari pelanggan eksternal.
„« Kelengkapan, menyangkut lingkup pelayanan dan ketersediaan
sarana pendukung, serta pelayanan komplementer lainnya.
„« Kemudahan mendapatkan pelayanan, berkaitan dengan banyaknya
outlet, banyaknya petugas yang melayani seperti kasir, staf
administrasi, dll, banyaknya fasilitas pendukung seperti komputer
untuk memproses data, dll.
„« Variasi model pelayanan, berkaitan dengan inovasi untuk
memberikan pola-pola baru dalam pelayanan, features dari pelayanan,
dll.
„« Pelayanan pribadi, berkaitan dengan fleksibilitas,
penanganan permintaan khusus, dll.
„« Kenyamanan dalam memperoleh pelayanan, berkaitan dengan
lokasi, ruangan tempat pelayanan, kemudahan menjangkau, tempat
parkir kendaraan, ketersediaan informasi, petunjuk-petunjuk dan
bentuk-bentuk lain.
„« Atribut pendukung pelayanan lainnya, seperti: lingkungan,
kebersihan, ruang tunggu, fasilitas musik, AC, dll.

Berbagai dimensi kualitas pelayanan di atas harus diperhatikan oleh
manajemen industri jasa, terutama dalam menetapkan biaya yang harus
dikeluarkan pelanggan untuk membayar jasa yang diterima. Seyogianya
biaya yang ditetapkan harus kompetitif dengan pesaing-pesaing
lainnya dalam industri jasa itu.

Sesuai dengan prinsip-prinsip Lean Six Sigma, maka beberapa langkah
berikut dapat diikuti apabila kita ingn menerapkan Lean Six Sigma
dalam industri jasa.

Langkah Pertama, Spesifikasi nilai dari jasa (service value) yang
diharapkan pelanggan. Nilai inti dari pelayanan adalah terletak pada
proses jasa itu sendiri yang terdiri dari serangkaian metode untuk
melakukan sesuatu. Menyiapkan suatu invoice, menerima suatu telepon,
memproses aplikasi kartu kredit, menyiapkan makanan, menerima tamu
yang check in di hotel, memberikan kuliah di perguruan tinggi,
merupakan contoh-contoh dari proses pelayanan. Langkah terbaik untuk
mengidentifikasi nilai yang diharapkan pelanggan, adalah melalui
menjawab beberapa pertanyaan berikut:

„« Apakah tujuan dari proses jasa itu?
„« Bagaimana proses jasa itu menciptakan kepuasan pelanggan?
„« Apa yang menjadi input dan output utama dari proses jasa itu?

Spesifikasi nilai dari jasa yang diharapkan oleh pelanggan ini,
mengharuskan kita untuk menspesifikasikan desain dari jasa itu
secara detail termasuk sejumlah langkah-langkah yang harus dilakukan
(aktivitas nilai tambah dan tugas-tugas spesifik) dalam penyerahan
jasa yang biasanya dalam pendekatan Lean Service adalah menggunakan
Service Value Stream Mapping.

Langkah Kedua, Melakukan Service Value Stream Mapping sepanjang
moments of truth, yaitu setiap kejadian atau titik dalam suatu
proses jasa yang memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk
membentuk suatu opini (positif, netral, atau negatif) tentang proses
pelayanan dari industri jasa itu. Contoh moments of truth dari suatu
department store adalah: (1) kejadian-kejadian yang diharapkan
pelanggan ketika masuk area parkir (lokasi parkir, keamanan dalam
area parkir, kesopanan/keramahtamahan dari petugas parkir, dll), (2)
kejadian-kejadian ketika pelanggan berada dalam toko (kenyamanan
dalam toko, kesopanan/keramahtamahan dari pelayan toko, kenyamanan
berbelanja, denah/layout dari toko, kemudahan memperoleh barang yang
diinginkan, harga dari barang-barang yang dijual, kecepatan dan
ketepatan pembayaran di kasir, dll), dan (3) kejadian-kejadian
ketika pelanggan meninggalkan toko dan area parkir (kemudahan dan
ketepatan dalam pembayaran ongkos parkir, kesopanan/keramahtamahan
dari petugas, dll). Dalam langkah kedua ini, kita harus mampu
mencegah dan tidak boleh memberikan kesempatan kepada pelanggan
untuk beropini secara negatif terhadap semua titik atau kejadian
yang ada dalam moments of truth sepanjang rantai proses jasa itu.
Langkah Ketiga, Menghilangkan pemborosan yang tidak bernilai tambah
dari semua aktivitas sepanjang Service Value Stream dalam rantai
proses jasa itu. Contoh beberapa tipe pemborosan dalam proses jasa
adalah: kesalahan-kesalahan dalam melakukan suatu aktivitas,
melakukan aktivitas yang tidak perlu, menunggu untuk proses berikut,
langkah-langkah proses dan pengesahan/persetujuan yang berlebihan,
dll. Dalam langkah ini kita dapat menerapkan Error-Proofing
Services, berupa mendesain prosedur-prosedur untuk mencegah
kesalahan-kesalahan dalam proses jasa itu. Error-proofing procedures
dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe-tipe kesalahan seperti:
server errors atau customer errors.

(1) Server errors dihasilkan dari task, treatment, or tangibles
of the service, di mana (a) Task errors termasuk mengerjakan
aktivitas secara tidak tepat, mengerjakan hal-hal yang tidak perlu,
mengerjakan pesanan bukan yang diinginkan pelanggan, mengerjakan
aktivitas secara lambat sehingga membuat waktu menunggu bertambah
lama, dll, (b) Treatment errors yang terjadi ketika berinteraksi
dengan pelanggan seperti: tidak sopan, tidak peduli, acuh tak acuh
dan perilaku negatif lainnya, dan (c) Tangible errors merupakan hal-
hal yang terkait dengan elemen fisik, seperti: fasilitas yang tidak
bersih, pakaian yang kotor, pendingin udara (AC) yang tidak
berfungsi, kesalahan-kesalahan dokumen, dll.

(2) Customer errors yang terjadi selama: persiapan, penyerahan,
atau resolusi. (a) Customer errors dalam persiapan mencakup
kegagalan dalam menyiapkan input (material, informasi, dll) yang
diperlukan untuk proses jasa, ketidakpahaman peranan dalam transaksi
jasa, tidak ada rasa tanggung jawab dalam memberikan pelayanan yang
tepat, dll. (b) Customer errors yang terjadi selama penyerahan jasa
dapat berupa kurang perhatian atau tidak peduli, kesalahpahaman,
dll. (c) Customer errors selama tahap resolusi dari penyerahan jasa
dapat berupa kegagalan dalam mengantisipasi kejadian yang tidak
diharapkan, dll. Dalam hal ini pihak manajemen dapat menetapkan
sistem kompensasi seperti memberikan voucher atau gift certificate
kepada pelanggan yang merasa dirugikan ketika melakukan transaksi
jasa itu.

Langkah Keempat, Mengorganisasikan agar material, informasi, dan
aktivitas-aktivitas dapat berjalan lancar, efektif dan efisien
sepanjang rantai dari proses jasa itu (service value stream).
Komponen-komponen yang perlu diperhatikan karena sering kali menjadi
hambatan dan memberikan opini negatif kepada pelanggan adalah:
fasilitas-fasilitas fisik, prosedur-prosedur dan langkah-langkah
proses jasa, perilaku karyawan dan manajemen, sikap profesional
karyawan dan manajemen, dll.

Langkah Kelima, Mencari terus-menerus berbagai teknik dan alat-alat
(improvement tools and techniques) untuk mencapai keunggulan
(service excellence) dan peningkatan terus-menerus menuju proses
jasa yang bebas kesalahan (zero defects). Proses jasa ini dapat
ditingkatkan terus-menerus dan kapabilitas proses dapat diukur
menggunakan ukuran sigma, menuju target six sigma. Sebagai misal,
jika pelanggan menginginkan bahwa klaim pembayaran asuransi paling
lambat adalah 5 hari kerja, sedangkan kinerja aktual berdasarkan
proses dari industri asuransi baru mencapai tingkat 84% (katakan
dari 100 klaim baru tercapai 84 klaim yang pembayarannya tepat waktu
maksimum 5 hari kerja), maka dalam hal ini kita mengetahui bahwa
DPMO (Defects Per Million Opportunities) adalah 161.087, yang
berarti kemampuan proses jasa baru mencapai 2,49 Sigma, masih jauh
dari target Six Sigma.

Pemikiran Lean Six Sigma perlu disebarluaskan ke seluruh bagian
tanpa memandang tipe industri atau tipe kegiatan, dengan demikian
Lean Six Sigma dapat diterapkan dalam semua proses, sehingga Lean
Six Sigma yang diterapkan dalam industri manufaktur akan menjadi:
Lean Six Sigma Manufacturing, Lean Six Sigma yang diterapkan dalam
industri jasa akan menjadi Lean Six Sigma Service, Lean Six Sigma
yang diterapkan dalam bidang perbankan akan menjadi Lean Six Sigma
Banking, Lean Six Sigma yang diterapkan dalam bidang pendidikan
akan menjadi Lean Six Sigma Education, dan apabila diterapkan dalam
bidang-bidang akuntansi dan keuangan, pemasaran, pembelian,
produksi, office, dll, akan menjadi: Lean Six Sigma Accounting &
Finance, Lean Six Sigma Marketing, Lean Six Sigma Purchasing, Lean
Six Sigma Production, Lean Six Sigma Office, dll.

Bahkan setiap orang dapat menjadi Lean Six Sigma Person, yaitu:
orang yang telah bebas dari Waste of Thinking dan belajar terus-
menerus untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sesungguhnya
dapat dihindari (bebas kesalahan yang tidak diharapkan), karena
telah mengadopsi Lean Thinking!