Dear Rekan milist Yth,
Setelah saya menyimak dari beberapa pendapat rekan - rekan sekalian paling tidak dapat saya petik kesimpulan bahwa didalam melaksanakan langkah inovasi sahabat saya tersebut harus memahami POSITIONING nya di perusahaan apakah dia memiliki peran yang besar ( POWER ) sehingga memiliki BARGAINING POSITION yang baik dalam rangka mengimplementasikan inovasinya tersebut, namun seperti yang telah saya utarakan sebelumnya memang hambatan yang dihadapi adalah sikap atasan yang tidak mau mendengar bahkan cenderung menolak untuk adanya peningkatan berkelanjutan dalam rangka proses PROBLEM SOLVING permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ( berdasarkan penuturan sahabat saya ) dan memilih kondisi apa adanya dengan menunggu keputusan atau tindakan dari level yang lebih tinggi.
Atas waktu dan kesempatan serta sharing pengalamannya diucapkan terima kasih dan saya masih menunggu masukan untuk sahabat saya dalam upaya membantu dia tetap berkiprah dalam langkah - langkah yg lebih konkrit .
Salam,
Lucky
Riad Mustafa <riad_mustafa@
Dear rekanku Lucky,
dari email Anda, tampaknya sahabatnya punya posisi di
upper-level management ya? Posisi/jabatan adalah
faktor penting dalam konsep "promotor", sebab hal tsb
berhubungan dengan kekuatan (power) untuk bisa
men-drive inovasi di dalam perusahaan sahabat Bapak.
sedikit teoritis, (sy kutip dan olah dr bahan kuliah
Professor Guido Reger, FH-Brandenburg, Germany,
2001-2002) promotor dibedakan atas (1) promotor
tunggal atau hero of innovation, (2) dua-promotor
(koalisi antara promotor berbasis pengetahuan ato
"know-how" dan berbasis pengaruh hierarkis, (3)
promotor proses yang menguasai proses inovasi proses
(master of innovation process), dan (4) promotor
relasi (relationship promotor), berperan kunci dalam
proses inovasi antar-organisasi.
Misalnya mengacu pada konsep dua-promotr, hal-hal yg
perlu diketahui adalah (1) besarkah peran/pengaruh
rekan Anda (machpromotor)
akan objek inovasi yang di-propose (fachpromotor)
Hal ini untuk mengetahui penghambat (barrier) dalam
memperkenalkan konsep inovasi rekan Anda. Bila
barrier telah diidentifikasi, dapat diketahui jenis
pengaruh (power) apa yang dibutuhkan, yang pada
akhirnya akan memberikan "kontributsi" bagi inovasi
yang ingin diterapkan.
Lalu, dari identifikasi pengaruh, dapat dibuat
struktur promotor, yang bisa (1) struktur tandem (para
promotor memainkan pengarauh yang berbeda, (2)
Universal promotor (kedua peran promotor dimainkan
oleh satu orang), (3) Struktur unilater power (hanya
promotor berbasis pengaruh/power yang berperan;
single-committed top management), (4) struktur
unilateral know-how (sebaliknya, hanya promotor
berbasis pengetahuan akan inovasi yg berperan;
single-committed expert). Dari sejumlah struktur
tersebut, dari kajian Witte, struktur Tandem adalah
yang paling efisien.
Sedangkan model promotor proses inovasi, menekankan
kepada peran penghubung; antara expert (penggagas ide)
dan sponsor yg berkontribusi pada menyediakan dukungan
dan sumber daya, mengintegrasikan ide inovatif ke
dalam strategi perusahaan, dan mengelola penghalang
akan ide inovasi (blocking of opposition). Peran ini
diistilahkan sebagai "champion".
Gemueden model, promotor relasi, lebih menekankan pada
faktor eksternal perusahaan dengan asumsi bahwa (1)
tidak ada inovasi tanpa adanya kerjasama dengan pihak
luar; (2) kerjasama dengan pihak luar dipengaruhi oleh
hambatan-hambatan antar-organisasi; dan (3) promotr
relasi berperan menyelesaikan hambatan tersebut.
Kembali ke pertanyaan saya pertama, hal penting agar
sahabat Bapak tetap inovatif dan motivatif, adalah
mengetahui perannya apa di perusahaan tersebut
(sekedar promotor know-how, promotor pengaruh, atau
kedua-duanya)
struktur apa yang paling efisien; dan pada akhirnya
bagaimana bisa agar peran "champion" (konsep promotor
proses inovasi) bisa menghubungkan penggagas dan
penentu kebijakan.
Tapi, pada prinsipnya, usaha inovatif sahabat Bapak,
dalam skala individu/personal adalah sudah merupakan
nilai "plus" bagi dia. Dimanapun dan kapanpun,
"mutiara" yang belum terlihat itu,mungkin jadi di
tempat kerja sekarang, atau di tempat kerja lain, akan
dapat "dijamah" dan "diproses" sehingga kilauannya
kelihatan (core-competence dan competitive advantage
seperti uraian rekan Fourry.
regards,
riad/makassar
--- fourry_h <fourry_h@yahoo.
> Dear Lucky,
>
> Dalam hal ini tampaknya keunggulan bersaing dari
> perusahaan teman
> anda, tidak tampak. apabila menginginkan ada
> 'improvement'
> pada 'competitive advantage', maka perlu di break
> down dulu apa saja
> indikator dari competitive advantage untuk produk
> atau servis terkait
> apakah itu kualitas,harga,
> availability,
> atu yang lain, mana yang utama. selanjutnya dalam
> kaitan dengan
> innovasi tadi, bisa didorong/diarahkan untuk
> menguatkan keunggulan
> bersaing dari perusahaan, yang apabila didapatkan
> kembali market
> share yang lebih besar, ujung-ujungnya tentu adalah
> profit, yang
> mana hal ini bisa diarahkan sebagai salah satu
> insentif untuk memacu
> kinerja karyawan dari yang tingkat paling bawah,
> sampai boss pembuat
> policy .... cuma sekali lagi, harus ada sinkronisasi
> gerakan pada
> setiap lini, jangan sampai putaran bawah lebig cepat
> daripada diatas
> atau sebaliknya..
> salah satu
> pemegang peran penting.
>
> Saran untuk teman anda.....kalo memang sudah mentok,
> karena boss-nya
> lambat,... kalo dia berani,... cari tantangan
> baru,.... terobosan
> baru buat karir dia....hidup adalah memilih.
>
> sorry,..cuma saran.
>
> Salam
> Fourry....di Oz
>
.....message truncated...
____________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.
------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
[Non-text portions of this message have been removed]
Indonesian Production and Operations Management Society (IPOMS).
http://www.ipoms.web.id
=================================================================
Supaya email Anda diloloskan moderator, SEBELUM kirim email ke mailing list ini, pastikan bahwa anda
1. INGAT etiket umum dan topik diskusi milist ini
2. PAHAM isi email untuk konsumsi umum, bukan perseorangan
3. GANTI subject email jika ganti topik
4. HAPUS bagian email lama tak relevan (TERMASUK FOOTER YANG SEDANG KAMU BACA SEKARANG).
5. TAHU Quota Max : 2 email/orang/hari untuk topik sama kecuali moderator.
6. Hanya moderator yang boleh mengirimkan attachment.
Terlalu banyak email?
Kirimkan 1 email kosong ke :
APICS-ID-digest@yahoogroups.com <-- 1 email rangkuman saja perhari.
APICS-ID-nomail@yahoogroups.com <-- Libur panjang/cuti lebaran ==> no email dan cek lewat web.
Lain-lain:
APICS-ID-normal@yahoogroups.com <-- kembali ke pengiriman email normal
APICS-ID-owner@yahoogroups.com <--- alamat moderator
APICS-ID-subscribe@yahoogroups.com <--- jika ingin berlangganan
Kirimkan 1 email kosong untuk bergabung dengan milis lainnya:
SIM-IPOMS-subscribe@yahoogroups.com <-- Simulation/Op. Research/Quantitative Methods/Decision Sciences.
COST-IPOMS-subscribe@yahoogroups.com <-- Cost/Performance Mgmt
BPR-IPOMS-subscribe@yahoogroups.com <--- Business Process Reengineering
INDO-POM-subscribe@yahoogroups.com <-- Six Sigma dan Organisasi IPOMS
Indo-Job-subscribe@yahoogroups.com <-- Lowongan kerja
KOMPUTER-TEKNOLOGI-subscribe@yahoogroups.com <-- Komputer dan Teknologi Informasi
Bisnis-Karir-subscribe@yahoogroups.com <-- Pengembangan karir dan bisnis
Free-English-Course-subscribe@yahoogroups.com <-- Belajar bahasa Inggris
HRD-POWER-subscribe@yahoogroups.com <--- Human Capital/Resource Development
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
No comments:
Post a Comment